Pelibatan masyarakat swasta, serta peran pemerintah terkait upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, memang menjadi aspek yang penting. Masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi ramah lingkungan seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Terlebih, Kesadaran masyarakat ikut menyelaraskan alam, seperti contoh menanam dan memelihara pohon serta menggunakan energi secara bijak.
Pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan, masyarakat juga dibutuhkan kesadaran mengenai pemanfaatan SDA. Upaya ini perlu didukung sebagai bentuk pelaksanaan pelestarian lingkungan. Sosialisasi lingkungan sehat merupakan progam penting untuk disampaiakan generasi muda, sebab pemuda menurutnya adalah generasi perubahan. Seperti contoh materi yang disampaiakan mahasiswa KKN Unigres kepada Remaja Masjid Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis (18/08/2016).
Dalasm materi itu, pemuda dipahamkan pentingnya membiasakan perilaku hidup sehat sejak dini. Demi membangun kesadaran, kususnya pemuda Dusun Dahanrejo Kidul, mahasiswa KKN FH menggelar acara lingkungan bersih dan sehat.
Kelompok satu selaku penanggung jawab, Mursidul Ibad, sebagai ketua kelompok menyampaikan beberapa trik bagaimana menjaga kesehatan lingkungan. Mengenai pengelolaan sampah, masyrakat diberi pandangan segera membentuk bank sampah, yang nantinya dari sampah tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.
"Setidaknya ada 7 indikator untuk menciptakan lingkungan sehat diantaranya, rutin membersihkan jamban, mengkonsumsi air bersih, membuang berbagai jenis sampah sesuai pada tempatnya," kata Ibad.
Ibad menambahkan, "Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) harus lebih dari 10m dari sumber air bersih, rumah harus memiliki ventilasi, luas rumah harus disesuaikan dengan jumlah penghuni jangan sampai terlalu sempit, hingga susah untuk bernafas, lantai rumah harus bersih tidak berdebu saat kemarau dan becek saat musim hujan," pungkasnya.
Sebagai pembawa acara, Yudi Handoyo berharap, konsep yang ia bawa nantinya dapat bermanfaat. "Kami berharap konsep yang kami bawa bisa bermanfaat bagi Masyarakat desa sini dan khusunya remaja masjid yang mendengarkan." katanya mengawali acara.
Sebagai penutup acara, Sudarto turut menyampaikan sedikit perihal mengenai pengalaman dirinya. "Ada cara untuk memaksimalkan sampah khususnya sampah rumah tangga, seperti yang sudah berjalan di desa saya yaitu setiap Rukun Tetangga (RT) membentuk bank sampah yang dikelola bersama, setelah sampah-sampah tersebut terkumpul lalu dijual ke petugas yang sudah ditunjuk warga untuk membeli sampah. hasil dari penjualan itu, uangnya bisa ditabung dan diterima langsung tergantung pemilik sampah tersebut," paparnya.
Tim kelompok satu terkait materi 'Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan' diantaranya adalah, Mursidul Ibad, Sudarto, Yudi Handoyo, Mujiati, Silvi Nurlaili, Mustakim, Andhi Septana, Sugito dan Qurrotul A'yun
Penulis : Ali Shodiqin
Comments
Post a Comment