Featured Post

0812-1667-9687 Jual AISH SERUM

Image
Dear Sista Bunda dengan memakai Skin Care adalah Investasi bagi perempuan. Untuk tampil putih berseri alami sebenarnya tidak mahal. Gampang banget. Temen-temen kadang suka bingung pilih kosmetik wajah. Simple kok! Pilih saja Aish Serum, serum ajaib ala Korea penghilang flek hitam membandel dengan kandungan arbutin penghilang flek hingga lapisan kulit dalam. AISH SERUM | Serum kecantikan ala KOREA l Pemutih Pembersih Wajah Glowing l PAKET INI KHUSUS FLEK JERAWAT, FLEK MELASMA, FLEK MENAHUN DAN MENCERAHKAN WAJAH. COCOK JUGA UNTUK KULIT SENSITIF DAN KOMBINASI JUGA NORMAL Klik toko Kami di Shopee: Alshofasta Pusat Memiliki wajah sehat, halus, mulus dan cerah merona tentu jadi idaman setiap perempuan. Namun polusi udara yang tak terhindar hingga padatnya aktifitas membuat sebagian besar wajah perempuan terlihat kusam, berjerawat dan timbulnya flek hitam di area wajah. Untuk memiliki wajah yang diidam-idamkan tersebut, sebagian perempuan tak segan merogoh biaya sampai jutaan rupiah untuk m...

Belajar Memaknai Hidup Dengan Segala Permasalahan

Lembarandita -  Hidup itu memang terkadang pasang dan terkadang juga surut, ya seperti ombak  yang bergejolak dilaut. Kalau sedang diatas kita begitu bahagia, giliran  lagi ambruk, rasanya kita begitu menderita. Sebenarnya kalau kita mau mengamati, segala fenomena ini sebenaranya bersumber dari pikiran kita sendiri.

Mengapa bisa demikian? Coba kita amati kembali hal yang sudah terjadi pada diri kita sebelumnya, kala kita ingin menggapai sesuatu dan itu tumbuh pada pikiran kita, katakanlah sesuatu misalnya, tetapi hasilnya tidaklah sebagaimana seperti yang kita inginkan, bukankah kita akan merasa sedih dan menderita. Andai kita tidak terlalu memikirkan, mungkin akar permasalahan itu tidak akan pernah tumbuh menjadi sebuah pohon yang besar yang sekiranya akan menyulitkan diri kita sendiri.

Berjumpa dengan yang kita tidak senangi maupun berpisah dengan yang kita cintai, begitulah fenomena yang senantiasa hadir dalam perjalanan kita mengarungi kehidupan ini. Tak ada orang yang sepenuhnya dapat senantiasa merasakan kebahagiaan setiap hari dalam hidupnya, ini juga berlaku bagi orang terkaya di dunia ini.

Kelak dan pasti, seseorang akan mengalami kesedihan, entah karena hartanya dirampok, ditinggal orang yang dicintai (habisnya usia kehidupan), sakit, tua, dan akhirnya harus mengalami tutup usia. Apa yang dapat kita pelajari dalam hidup yang begitu singkat ini?

Kita bukanlah makhluk abadi yang senantiasa dapat mengikuti proses perubahan di dunia ini. Bahkan sangat sulit untuk manusia di era masa kini mampu mencapai usia 100 tahun (hampir mustahil). Kalau direnungkan, dapat mencapai usia 70 tahun saja sudah patut bersyukur.

Usia begitu singkat, manusia berlomba-lomba mengumpulkan kekayaan tanpa batas, Si miskin berpikir, "besok kita mau makan apa?". Yang  sudah masuk golongan menengah berpikir, "besok makan di mana?", berbeda dengan Si kaya, mereka berpikir, "besok makan siapa?". 

Itulah realita kehidupan yang sulit dipungkiri, ada akar keserakahan dalam diri, tak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh. Kalau sudah memperoleh apa yang diinginkan, niscaya akan melupakan maksud mulia yang dahulu pernah diikrarkannya, misalnya, "kalau aku sudah kaya, aku mau membangun rumah sakit, menyumbang ke yayasan, dan lain-lain",  yang kesemuanya itu pada awalnya begitu indah, tetapi pahit pada akhir ceritanya. Sudah merupakan sifat asal manusia, melupakan apa yang telah berlalu, terutama kenangan pahit. Akan tetapi, kenangan indah pun terkadang dilupakan.

Ada contoh lain, misalnya ketika kita masih lajang, bertemu dengan seorang wanita yang masih muda belia, dalam hati kita berpikir, "alangkah bahagianya aku jika aku bisa hidup bersama dengan putri jelita ini”. Ok, kemudian anda berhasil menikahinya, anda tetap bahagia. Akan tetapi, sesungguhnya, paras cantik adalah alasan anda meminang wanita itu, dan memang, ada pepatah yang mengatakan "cantik itu relatif, tapi, jelek itu mutlak".

Wah, kalau begini dasar anda memilih pasangan anda, yakinlah anda masih bahagia, tapi hanya untuk sementara waktu. Mengapa? Karena anda belum menemukan tandingan dari putri jelita itu. Dunia ini memang tidak selebar daun kelor, tapi dunia ini cukup luas untuk dihuni milyaran manusia di permukaannya. Kalau ada seorang yang parasnya rupawan, pasti ada yang lebih rupawan lagi. Anda tak bisa memastikan, “apakah saya masih bisa mencintai wanita ini kelak, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, 30 tahun lagi, dst.".

Fisik adalah harga mati yang pasti akan mengalami perubahan! Anda akan menyaksikan wanita yang anda cintai keriput, mulai bongkok di usia senja. Ok, kalau orang sudah tua ya pasti begitu. Bagaimana kalau sehabis kelahiran anak pertama, istri anda itu tiba-tiba badannya melar? Apalagi kelahiran anak kedua? Bagaimana kalau istri yang anda cintai adalah wanita yang doyan kehidupan glamor, pesta, berdandan ala selebritis? Penghasilan perbulan anda lebih kecil dari pada kebutuhan istri anda, yang ternyata juga seorang wanita pemalas yang tidak pernah mengasihani jerih payah suaminya? Mencampakkan smiya ketika suaminya diambang kemelaratan, yang tidak lain akibat istri durhaka itu?

Ok, anda mempunyai istri yang baik budi, setia, tidak berfoya-foya, pandai, dan penyayang. Dapatkah anda memastikan, perjalanan hidup buah hati (anak) anda selalu dalam kejayaan? Orang tua senantiasa was-was akan keadaan yang menimpa anaknya. Entah dalam masa menimba ilmu, berkarir, berumah tangga, dan lainnya.

Contoh sederhana, bagaimana bila buah hati anda mandek dalam karir menimba ilmu di sekolah, tidak naik kelas, pemalas, hanya doyan bermain, menyukai permainan dan membenci buku, senang bergaul dengan yang tidak pantas diajak bergaul dan menjauhi orang yang pantas diajak bergaul, menyayangi teman sekolah yang buruk perilakunya dan membenci guru yang pantasdihormatinya?

Renungkanlah realita ini. Anda mungkin yakin, jika orang tua baik, pasti anak baik, saya katakan, “belum tentu”.

Penulis : Yudi Handoyo
Editor    : Ali Shodiqin

Comments

Popular posts from this blog

0812-1667-9687 Jual AISH SERUM

Dulu Guru, Sekarang Penulis

Mahasiswa Unigres Meriahkan Hut RI ke-71 Desa Dahanrejo