Bhabinkamtibmas Desa Ngunut Dander Bojonegoro, Ikuti Studi Banding ke Kepolisian Jepang
Patut berbangga bagi Kepolisian resort Bojonegoro, bagaimana tidak? pada 2017 lalu Bripka Juhair SH yang merupakan Bhabinkantibmas Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro pernah terpilih sebagai pemenang kedua lomba pengembangan Polmas Award Kapolri Award ke-4 2017/2018 dan mendapat kesempatan mengikuti study banding di Kepolisian Jepang.
Dalam study itu, Bripka Juhair bersama rombongan dari Kepolisian Republik Indonesia yang berangkat pada 28 Juni 2018 sampai 05 Juli kemarin, mendapat pengetahuan baru mengenai pengembangan aktivitas pemolisian masyrakat (Polmas) atau community police activity development di Kepolisian Jepang atau Japan Unternational Cooperation Agency (Jica).
- Adapun rombongan yang berangkat ke Jepang antara lain, Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol Dr Gamar Basri, Wadir Binmas Polda Riau, AKBP Imam Saputra SIK MSi, Kabag Binops Ditreskrimum Polda NTT, AKBP Dr Dody Eko Wijayanto SH MHum, perwakilan dari Ditbinmas Korbinmas Baharkam Polri, AKBP Sofyar Alvamino SKom, Kapolsek Cipondoh Polres Metro Tangerang Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Suseno ST MSi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kunciran Indah Polsek Cipondoh, Aiptu Turut Raharjo, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nalu Polsek Baolan Polres Toli-Toli Polda Sulteng, Bripka Rezki, Bhabinkamtibmas Lantari Jaya Polres Bombana Polda Sultra, Brigadir Muhamad Saleh dan Bhabinkamtibmas Desa Ngunut Polsek Dander Polres Bojonegoro Polda Jatim, Bripka Juhair SH.
Selesai mengikuti berbagai kegiatan di Jepang, Bripka Juhair mengaku bahwa selama di sana, berbagai kegiatan study apapun telah diikutinya, yang selanjutnya bisa dibuat contoh untuk diterapkan dalam kegiatan polmas (community police) di Indonesia dan di desa binaannya.
"Pada prinsipnya sama pak, tugas pokok antara polisi Jepang dengan polisi Indonesia. Yang membuat berbeda adalah pola dan sistem kerjanya," tutur Bripka Juhair kepada Wartawan
Bripka Juhair menambahkan bahwa kepolisian Jepang telah menerapkan konsep pemolisian masyarakat atau community policy sudah lama dan konsep community policy di Jepang inilah yang di adopsi kepolisian Indonesia.
"Yang beda lagi, sistem pelaporan semuanya sudah sistem elektronik atau digital," imbuhnya.
Satu hal lagi yang menjadi catatan khusus bagi Bripka Juhair dari study banding tersebut adalah masyarakat di Jepang, termasuk anggota polisi, sangat menjunjung tinggi budaya leluhur mereka.
"Budaya leluhur sangat dijunjung tinggi dan dilestarikan, termasuk untuk semua petugas kepolisian Jepang," terangnya.
Adapun sejumlah kegiatan yang dilaksanakan rombongan dari Indonesia saat di jepang antara lain, kunjungan kehormatan di Markas Besar Kepolisian Jepang atau National Police Agency (NPA) di Tokyo, Kunjungan ke Pusat Pendidikan Polisi Jepang atau NPA Police Academy, Observasi atau kunjungan ke Chuzaisho Imai atau Bhabinkamtibmas Polisi Jepang, kunjungan kehormatan ke Kepala Prefektur atau Kaolda di Kota Nara, Observasi ke Posko atau Communication Command Center di ) Prefektur Nara, Kunjungan kehormatan ke Kepala Police Station atau Kapolres Kota Nara dan Observasi atau kunjungan ke Koban atau Polsek yang berada di depan Stasiun kereta Api di Kota Nara.
"Dalam kunjungan tersebut, dijelaskan tentang ikhtisar kepolisian Jepang. Selain itu, rombonngan juga diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di Jepang," pungkas Bripka Juhair.
Secara terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSI, kepada media ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih Bripka Juhair, sehingga atas prestasi dan pengabdiannya, mendapatkan penghargaan hingga akhirnya berkesempatan mengikuti study banding ke Kepolisian Jepang.
"Kita patut bersyukur, ada anggota Polres Bojonegoro yang mendapatkan penghargaan atas pengabdian dan prestasinya. Semoga hal ini menjadi contoh dan motivasi bagi anggota yang lain untuk meraih prestasi-prestasi sebagaimana yang telah diraih oleh Bripka Juhair," tutur Kapolres. (*)
Pewarta: Ali Shodiqin
Comments
Post a Comment