BOJONEGORO - Memperingati HUT RI Ke- 73, Puluhan pengayuh becak di Bojonegoro mengikuti lomba yang digelar di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota Bojonegoro. Minggu (19/8/2018). Lomba ini diikuti puluhan peserta yang jumlahnya kurang lebih sekitar 34 orang.
Lomba yang diselenggarakan pemuda setempat itu, dikemas dengan tema 'kampanye becak pancal' dan digelar untuk memeriahkan semarak HUT RI yang ke 73 ini.
Puluhan peserta yang mengikuti lomba itu, sebelumnya mereka dikumpulkan panitia dari daerah sekitar yang sering beroprasi di wilayah Kota Bojonegoro. Dalam perlombaan ini, ada dua kategori yang diperlombakan, yakni, drag dan freestyle.
"Pesertanya abang-abang becak pancal yang berada di wilayah sekitar. Untuk lomba drak wajib diikuti seluruh perserta, sementara lomba freestyle diperuntukan bagi peserta yang mau ikut saja," kata Ketua Panitia Lomba Fahrul Riza, 34, di sela-sela berlangsungnya acara kampanye becak pancal.
Saat lomba berlangsung, ada pemandangan yang menarik, dimana ada dua becak berpacu melaju di lintasan lurus yang berjarak kurang lebih 200 meter. " Lucunya, peserta perempuan itu terlihat bersikukuh mengendalikan becaknya dengan begitu kuwalahan. Ini untuk memeriahkan acara," ujar salah satu panitia
Warga pun yang ikut menyaksikan di sepanjang lokasi pada tertawa berbahak - bahak. Melihat dua penggayuh itu saling beradu kecepatan. " Suasana jadi meriah, terlihat dari wajah - wajah yang ikut bersorak," begitu kata panitia menambahkan.
Namun dibalik kemeriahan lomba becak pancal freestyle itu juga ada peristiwa yang menegangkan, dimana ada peserta yang sempat jatuh ringan dari kendaraannya, diduga tak terbiasa mengendalikan becak roda dua dalam kondisi miring. "Kejadian itu pun malah dijadikan bahan ketawa oleh warga," imbuhnya
Fahrul menyampaikan, lomba balap becak pancal tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di Ledok Kulon. "Setiap tahun kita membuat tema yanag berbeda, seperti tahun lalu festifal tahu, namun, untuk sekarang kami mengangkat tema kampanye becak pancal," terang dia.
Selain unik, pemilihan lomba becak pancal ini juga untuk menyuarakan bahwa becak pancal mampu berkompetisi dengan becak mesin lainnya. "Kita pertimbangankan historis alat transportasi tradisional. Becak pancal perlu dilestarikan, salah satu caranya menurut kami ya dengan menggelar lomba ini," tambahnya.
Sementara itu, lajut dia, perserta yang mengikuti lomba tersebut langsung mendpatkan sembako berupa minyak goreng, gula dan beras. Dengan total nilai perpaket sembako Rp 50 ribu. "Sembako itu sebagai penggati satu hari kerja mereka. Sedangkan dari dua kategoro lomba, masing-masing jauara satu mendapat Rp 500 ribu, juara dua Rp 300 ribu, dan juara tuga Rp 200 ribu," tutupnya.
Pewarta: Rasminah
Comments
Post a Comment